Arema Indonesia Juara

This is us, the real champion: Arema Indonesia!

Happy ending! Ya, Arema berhasil membuktikan kapasitas mereka kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Direktur teknik tim Persija yang dulu pernah menangani Arema, Benny Dollo. Sebagai sosok yang pernah mengkritik keberhasilan Arema Indonesia sebagai juara paruh musim, sepatutnya Bendol kecewa, dan tentunya malu. Di pertandingan penutup antara Arema Indonesia melawan tim besutannya Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta, Arema melumat sang tuan rumah dengan skor yang fantastis, 1-5. Kelima gol yang dicetak oleh Roman Chmelo (2), Noh “Super Along” Alam Shah, Pierre Njanka, dan Esteban Guillen tersebut berhasil membungkam “mulut besar” Bendol.

Di pertandingan yang juga dihadiri pelatih tim nasional Indonesia, Alfred Riedl tersebut, Arema mampu memperagakan permainan kolektif, efektif dan efisien, sebagaimana pertandingan-pertandingan sebelumnya. Tanpa beban, tetapi juga “nothing to lose”. Tim Persija juga bukannya “menyerah”, karena adu gengsi kedua kubu sangat besar yang memaksa Macan Kemayoran bermain ofensif sejak awal pertandingan. Sampai akhirnya peluit panjang berbunyi, ketika Aremania berhamburan memasuki rumput hijau Stadion GBK, maka meledaklah tangis kecewa Benny Dollo (harusnya). Semua argumen Bendol tidak terbukti, fakta membuktikan Arema pantas menjadi juara superliga Indonesia. Semua menjadi kontradiktif, dan seluruh penduduk Indonesia dibuat percaya akan kualitas Arema di atas lapangan. Konsistensi Arema selama musim kompetisi 2009/2010 memang patut diacungi jempol. Bagaimana tidak, sebagai tim dengan pertahanan terkuat, dengan variatifnya pencetak gol kemenangan Arema di setiap pertandingan, dengan rekor pertandingan tandang yang baik, maka pantaslah Piala Presiden jika berlabuh di Kota Malang. Belum lagi komentar Nurdin Halid yang mengatakan bahwa Arema dan Persib adalah klub yang patut menjadi percontohan dalam hal manajemen tim, sempurnalah tim kebanggaan warga kota Malang dengan prestasi tersebut.

Indikasi kemenangan Arema sudah tercium sebelum pertandingan, begitu juga sesaat sebelum kick-off, pelatih Mr. Robert Albert yang mengatakan kepada media, “winning is our habit. So we must play as a champion..” dan terbukti di pertandingan tersebut Persija begitu kewalahan menahan gempuran Singo edan, dan mati kutu menembus barikade pertahanan Arema. Saking hebatnya, komentator yang mendampingi jalannya pertandingan sampai-sampai kehabisan kata-kata untuk melukiskan permainan luar biasa tim Singo edan. Dan pesta itupun akhirnya harus terjadi bukan di kandang Singo edan, melainkan di kandang Macan kemayoran, di depan pendukung Persija, di stadion yang menjadi kebanggan masyarakat Indonesia, Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Dan akhirnya, mengutip kalimat salah satu spanduk Aremania di hadapan Bendol yang betuliskan “MAAF, KAMI JUARANYA!”. Euforia pun berlanjut..

Anang Porwoko, 31 Mei 2010

Dimuat di website Ongisnade.net, tribunaremania.com

Advertisements
Tagged

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: